Situs Desahan

Situs ini lebih kepada suara terbuka buat pelayar dunia maya. Masakan, Hiburan, Politik Seimbang, Sukan, Olahan dari akhbar & artikel blog yang menarik.

Ketik sini akan bantu Blog ini

Jumaat, 20 Julai 2012

PANDUAN PUASA RAMADAN


Oleh:  Ustadz Abu Rasyid

 MUQADDIMAH

Artinya: Diriwayatkan dari Anas ra. ia berkata : Telah bersabda  Rasulullah saw. : Apabila ada sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat  kembalinya ( ikuti aku ). ( H.R Ahmad).

Artinya : Dirwayatkan dari 'Aisyah ra : Rasulullah saw. telah bersabda :  Barangsiapa melakukan perbuatan yang bukan perintah kami, maka ia tertolak ( tidak diterima). Dan dalam riwayat lain: Barangsiapa yang mengada-adakan dalam perintah kami ini yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. Sementara dalam riwayat lain : Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan yang lain daripada perintah kami, maka ia tertolak.
(HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).

Kandungan dua hadits shahih di atas menerangkan dengan jelas dan tegas bahwa segala perbuatan, amalan-amalan yang hubungannya dengan dien/syari'at terutama dalam masalah ubudiyah wajib menurut panduan dan petunjuk yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Tidak boleh ditambah dan/atau dikurangi meskipun menurut fikiran seolah-olah lebih baik. Di antara cara syaitan menggoda ummat Islam ialah membisikkan suatu tambahan dalam urusan Dien. Sayangnya, perkara ini dianggap soal sepele, enteng dan remeh. Padahal perbuatan seperti itu adalah merupakan suatu kerusakan yang amat fatal dan berbahaya.

Sabda Rasul saw. :
"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, katanya : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia pada waktu haji Wada' . Maka beliau bersabda : Sesungguhnya Syaitan telah berputus asa ( dalam berusaha ) agar ia disembah di bumimu ini. Tetapi ia reda apabila ( bisikannya) ditaati dalam hal selain itu; yakni suatu amalan yang kamu anggap remeh dari amalan-amalan kamu, berhati-hatilah kamu sekalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untukmu , yangjika kamu berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya. Yaitu: Kitab Allah dan sunnah NabiNya. " ( HR. Hakim ).

Dengan demikian dapat difahami bagaimana Rasulullah saw. mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap provokasi syaitan untuk beramal dengan menyalahi tuntunan Nabi sekalipun hal itu nampak remeh. "Diriwayatkan dari Ghudwahaif bin Al-Harits ra: ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw. : Setiap suatu kaum mengadakan Bid'ah, pasti saat itu diangkat (dihilangkan ) sunnah semisalnya. Maka berpegang teguh kepda sunnah itu lebih baik daripada mengadakan bid'ah" ( HR. Ahmad ).

Jadi, ketika amalan bid'ah ditimbulkan betapapun kecilnya, maka pada saat yang sama Sunnah telah dimusnahkan. Pada akhirnya lama kelamaan yang nampak dalam dien ini hanyalah perkara bid'ah sedangkan yang Sunnah dan original telah tertutup. Pada saat itulah ummat Islam akan menjadi lemah dan dikuasai musuh.
Insya-Allah tak lama lagi kita akan menyambut kedatangan Ramadan,dalam bulan yang penuh berkat ini kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa Ramadan sebulan penuh , yang mana hal tersebut merupakan salah satu bagian dari rukun Islam. Karenanya hal tersebut amat penting. Berkaitan dengan hal di atas, maka kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menunaikan ibadah puasa ini sesempurna mungkin , benar-benar bebas dari bid'ah sesuai dengan panduan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw.

Untuk keperluan itulah dalam risalah yang sederhana ini diterangkan beberapa hal yang berkaitan dengan amaliah puasa Ramadan, zakat fithrah, dan Solat 'Ied berdasarkan Nash-nash yang Shariih ( jelas ). Dalil - dalil dan KESIMPULAN dibuat agar mudah difahami antara hubungan amal dengan dalilnya. Dan -tak ada gading yang tak retak- kata pepatah, sudah barang tentu risalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk menuju kesempurnaannya bantuan dari pemakai amat diharapkan. Semoga risalah ini diterima oleh Allah sebagai Amal Shalih yang bermanfaat terutama di akhirat nanti. Amien.

I. MASYRU'IYAT DAN MATLAMAT PUASA RAMADAN.

1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "( QS Al-Baqarah : 183 ).

2. "Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah ia puasa... " ( Al-Baqarah
: 185).

3. " Telah bersabda Rasulullah saw. : Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah. Mendirikan Solat Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadan Menunaikan haji ke Ka'bah. ( HR.Bukhari Muslim ).

4. "Diriwayatkan dari Thalhah bin ' Ubaidillah ra. : bahwa sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Nabi saw. : ia berkata : Wahai Rasulullah beritakan kepadaku puasa yang diwajibkan oleh Allah atas diriku. Beliau bersabda : puasa Ramadan. Lalu orang itu bertanya lagi : Adakah puasa lain yang diwajibkan atas
diriku ?. Beliau bersabda : tidak ada, kecuali bila engkau puasa Sunnah. ".

KESIMPULAN : Dari ayat-ayat dan hadits-hadits diatas, kita dapat mengambil pelajaran :

1. puasa Ramadan hukumnya Fardu ‘Ain ( dalil 1, 2, 3 dan 4 ).
2. puasa Ramadan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan (dalil no 1).


II. KEUTAMAAN BULAN RAMADAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA

1. Ertinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).

2. "Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah
melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadan: Di bulan Ramadan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadan." (Riwayat Ahmad dan Nasai )

3. " Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Solat Lima waktu, Solat Jum'at sampai Solat Jum'at berikutnya, puasa Ramadan sampai puasa Ramadan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu memintakan syafa’at seseorang hamba di hari
Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk
memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku
hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).

5. "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".
Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu,
maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).

6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa puasa Ramadan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary
Muslim).

KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya :

1. Bulan Ramadan adalah:
  • Bulan yang penuh Barakah.
  • Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
  • Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
  • Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
  • Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).

2. Keutamaan beramal di bulan Ramadan antara lain :
  • Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadan yang lewat sampai dengan Ramadan berikutnya.
  • Menjadikan bulan Ramadan memintakan syafaa't.
  • Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan  untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).

III. CARA MENETAPKAN AWAL DAN AKHIR BULAN


1. "Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. beliau berkata : Manusia sama melihat Hilal (bulan sabit), maka akupun mengabarkan hal itu kepada Rasululullah saw. Saya
katakan : sesungguhnya saya telah melihat Hilal.  Maka beliau saw. puasa dan memerintahkan semua orang agar puasa." ( H.R Abu Dawud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban).(Hadits Shahih).

2. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Mulailah puasa karena melihat ru'yah dan berbukalah ( akhirilah puasa
Ramadan ) dengan melihat ru'yah. Apabila awan menutupi pandanganmu, maka sempurnakanlah bulan Sya'ban selama Tiga Puluh hari.  "( HR. Bukhary
Muslim).

KESIMPULAN
  • Menetapkan awal dan akhir bulan Ramadan dengan melihat ru'yah, meskipun bersumber dari laporan seseorang, yag penting adil ( dapat dipercaya ).
  • Jika bulan sabit ( Hilal ) tidak terlihat karena tertutup awan, misalnya, maka bilangan bulan Sya'ban digenapkan menjadi Tiga Puluh hari. ( dalil 1 dan 2).
  • Pada dasarnya ru'yah yang dilihat oleh penduduk di suatu negara, berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini akan berlaku jika Khilafah ' Ala Minhaajinnabiy sudah tegak ( dalil 2 ).
  • Selama khilafah belum tegak, untuk menghindarkan meluasnya perbedaan pendapat ummat Islam tentang hal ini, sebaiknya ummat Islam mengikuti ru'yah yag nampak di negeri masing-masing. ( ini hanya pendapat sebagian ulama).

IV. RUKUN PUASA


1. "... dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, kemudian
sempurnakanlah puasa itu sampai malam...( AL-Baqarah :187).

2. "Adiy bin Hatim berkata : Ketika turun ayat ; artinya (...hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam...), lalu aku mengambil seutas benang hitam dan seutas benang putih, lalu kedua utas benang itu akau simpan dibawah bantalku. Maka pada waktu malam saya amati, tetapi tidak tampak jelas, maka saya pergi menemui Rasulullah saw. Dan saya ceritakan hal ini kepada beliau. Beliapun bersabda: Yang dimaksud adalah gelapnya malam dan terangnya siang (fajar). " ( H.R. Bukhary Muslim).

3. "Allah Ta'ala berfirman : " Dan tidaklah mereka disuruh, kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlashkan ketaatan untukNya " ( Al-Bayyinah :5)

4. "Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat, dan setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkan." ( H.R
Bukhary dan Muslim).

5. "Diriwayatkan dari Hafshah , ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. : Barangsiapa yang tidak beniat (puasa Ramadan) sejak malam, maka tidak ada puasa
baginya ." (HR. Abu Dawud) Hadits Shahih.

KESIMPULAN:
Keterangan ayat dan hadit di atas memberi pelajaran kepada kita bahawa rukun puasa Ramadan adalah sebagai berikut :
a. Berniat sejak malam hari ( dalil 3,4 dan 5).
b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan isteri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari ( Maghrib), ( dalil 1 dan 2).

V. YANG DIWAJIBKAN PUASA RAMADAN.

1. "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian untuk puasa, sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa. " ( Al-Baqarah : 183)

2. "Diriwayatkan dari Ali ra., ia berkata : Sesungguhnya nabi saw telah bersabda : telah diangkat pena ( kewajiban syar'i/ taklif) dari tiga golongan .
- Dari orang gila sehingga dia sembuh - dari orang tidur  sehingga bangun - dari anak-anak sampai ia bermimpi / dewasa." ( H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan
Tirmidzi).

KESIMPULAN
Keterangan di atas mengajarkan kepada kita bahwa : yang diwajibkan puasa Ramadan adalah: setiap orang beriman baik lelaki maupun wanita yang sudah
baligh/dewasa dan sehat akal /sadar.

VI. YANG DILARANG PUASA


1. "Diriwayatkan dari 'Aisyah ra. ia berkata : Disaat kami haidh di masa Rasulullah saw, kami dilarang puasa dan diperintahkan mengqadhanya, dan kami tidak
diperintah mengqadha Solat "( H.R Bukhary Muslim).

KESIMPULAN
Keterangan di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa wanita yang sedang haidh dilarang puasa sampai habis masa haidhnya, lalu melanjutkan puasanya. Di luar Ramadan ia wajib mengqadha puasa yag ditinggalkannya selama dalam haidh.

VII. YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADAN


1. "(Masa yang diwajibkan kamu puasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Qur'an, menjadi pertunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan pertunjuk, dan (menjelaskan) antara yang haq dengan yang bathil. Karenanya, siapa saja dari antara kamu yang
menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia puasa di bulan itu; dan siapa saja yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka, kemudian wajiblah ia puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki
kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), dansupaya kamu membesarkan Allah karena mendapat pertunjukNya, dan supaya kamu bersyukur." ( Al-Baqarah:185.)

2. "Diriwayatkan dari Mu'adz , ia berkata : Sesungguhnya Allah swt telah mewajibkan atas nabi untuk puasa, maka DIA turunkan ayat ( dalam surat AL-Baqarah : 183-184), maka pada saat itu barangsiapa mau puasa dan barangsiapa mau memberi makan seorang miskin, keduanya diterima. Kemudian Allah menurunkan ayat lain ( AL-Baqarah : 185), maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah ( keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang misikin bagi oran yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa. " ( HR. Ahmad, Abu Dawud, AL-Baihaqi dengan sanad shahih).

3. "Diriwayatkan dari Hamzah Al-Islamy : Wahai Rasulullah, aku dapati bahwa diriku kuat untuk puasa dalam safar, berdosakah saya ? Maka beliau bersabda :
hal itu adalah merupakan kemurahan dari Allah Ta'ala, maka barangsiapa yang menggunakannya maka itu suatu kebaikan dan barangsiapa yang lebih suka untuk terus puasa maka tidak ada dosa baginya " ( H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Kami bepergian bersama Rasulullah saw. ke Makkah, sedang kami dalam keadaan puasa. Selanjutnya ia berkata : Kami berhenti di suatu tempat. Maka Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya kamu sekalian sudah berada ditempat yang dekat dengan musuh kalian,
dan berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu. Ini merupakan rukhsah, maka diantara kami ada yang masih puasa dan ada juga yang berbuka. Kemudian kami berhenti di tempat lain. Maka beliau juga bersabda: Sesungguhnya besok kamu akan bertemu musuh, berbuka lebih memberi kekuatan kepada kamu sekalian,maka berbukalah. Maka ini merupakan kemestian, kamipun semuanya berbuka. Selanjutnya bila kami bepergian beserta Rasulullah saw. kami puasa ." ( H.R Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).

5. "Diriwayatkan dari Sa'id Al-Khudry ra. ia berkata : Pada suatu hari kami pergi berperang beserta Rasulullah saw. di bulan Ramadan. Diantara kami ada yang puasa dan diantara kami ada yang berbuka . Yang puasa tidak mencela yang berbuka ,dan yang berbuka tidak mencela yang puasa. Mereka berpendapat bahwa siapa yang mendapati dirinya ada kekuatan lalu puasa, hal itu adalah baik dan barangsiapa yang mendapati dirinya lemah lalu berbuka,maka hal ini juga baik"
(HR. Ahmad dan Muslim)

6. "Dari Jabir bin Abdullah : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pergi menuju ke Makkah pada waktu fathu Makkah, beliau puasa sampai ke Kurraa’il Ghamiim dan semua manusia yang menyertai beliau juga puasa. Lalu dilaporkan kepada beliau bahwa manusia yang menyertai beliau merasa berat , tetapi mereka tetap
puasa karena mereka melihat apa yang tuan amalkan (puasa). Maka beliau meminta segelas air lalu diminumnya. Sedang manusia melihat beliau, lalu sebagian berbuka dan sebagian lainnya tetap puasa. Kemudian sampai ke telinga beliau bahwa masih ada yang nekad untuk puasa. Maka beliaupun bersabda : mereka itu adalah durhaka." (HR.Tirmidzy).

7. "Ucapan Ibnu Abbas : wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin " ( Riwayat Abu Dawud ). Shahih

8. "Diriwayatkan dari Nafi' dari Ibnu Umar: Bahwa sesungguhnya istrinya bertanya kepadanya ( tentang puasa Ramadan ), sedang ia dalam keadaan hamil. Maka ia menjawab : Berbukalah dan berilah makan sehari seorang miskin dan tidak usah mengqadha puasa ." (Riwayat Baihaqi) Shahih.

9. "Diriwayatkan dari Sa'id bin Abi 'Urwah dari Ibnu Abbas beliau berkata : Apabila seorang wanita hamil khawatir akan kesehatan dirinya dan wanita yang menyusui khawatir akan kesehatan anaknya jika puasa Ramadan. Beliau berkata : Keduanya boleh berbuka (tidak puasa ) dan harus memberi makan sehari seorang miskin dan tidak perlu mengqadha puasa" (HR.Ath-Thabari dengan sanad shahih di atas syaratMuslim , kitab AL-irwa jilid IV hal 19).

KESIMPULAN: Pelajaran yang dapat diambil dari keterangan di atas adalah : Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa  Ramadan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :
  1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
  2. Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.

Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak  lagi mampu mengerjakan puasa karena:
  1. Umurnya sangat tua dan lemah.
  2. Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
  3. Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
  4. Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
  5. Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan. ( dalil 2,7,8 dan 9).

VIII HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA


1. "...dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam (fajar ), kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam..." ( Al-Baqarah : 187).

2. "Dari Abu Hurairah ra.: bahwa sesungguhnya nabi saw. telah bersabda : Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum " (Hadits Shahih, riwayat Al-Jama'ah kecuali An-Nasai).

3. Dari Abu Hurairah ra. bahwa sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Barang siapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa - maka tidak wajib qadha ( puasanya tetap sah ), sedang barang siapa yang berusaha sehinggga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha ( puasanya batal ). ( H.R : Abu Daud dan At-Tirmidziy )

4. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah saw. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya
dan kami tidak diperintah untuk mengqadha solat. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

5. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa ( Ramadan ) sejak malam, maka tidak ada
puasa baginya. ( H.R : Abu Daud ) hadits shahih.

6. Telah bersabda Rasulullah saw: Bahwa sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat  ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

7. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah saya terlanjur menyetubuhi istri saya (di siang hari) padahal saya dalam keadaan puasa ( Ramadan ), maka Rasulullah saw bersabda : Punyakah kamu seorang budak untuk dimerdekakan ? Ia menjawab : Tidak. Rasulullah saw bersabda : Mampukah kamu puasa dua bulan berturut-turut ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Beliau
bersabda lagi : Punyakah kamu persediaan makanan untuk memberi makan enam puluh orang miskin ? Lelaki itu menjawab : Tidak. Lalu beliau diam, maka ketika kami dalam keadaan semacam itu, Rasulullah  datang dengan membawa satu keranjang kurma, lalu bertanya : dimana orang yang bertanya tadi ? ambilah
kurma ini dan shadaqahkan dia. Maka orang tersebut bertanya : Apakah kepada orang yang lebih miskin dari padaku ya Rasulullah ? Demi Allah tidak ada diantara
sudut-sudutnya ( Madinah ) keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka Nabi saw. lalu tertawa sampai terlihat gigi serinya kemudian bersabda :
Ambillah untuk memberi makan keluargamu. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

KESIMPULAN
Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas menerangkan kepada kita bahwa hal-hal yang dapat membatalkan puasa ( Ramadan ) ialah sbb :
  • Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil : 2 )
  • Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa. ( dalil :3 )
  • Pada siang hari terdetik niat untuk berbuka. (dalil : 5 dan 6 )
  • Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.( dalil : 7 )
  • Datang bulan di siang hari Ramadan ( sebelum waktu masuk Maghrib ).( dalil : 4 )

IX. HAL-HAL YANG BOLEH DIKERJAKAN WAKTU IBADAH PUASA.

1. Diriwayatkan dari Aisyah ra Bahwa sesungguhnya Nabi saw. dalam keadaan junub sampai waktu Shubuh sedang beliau sedang dalam keadaan puasa, kemudian mandi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Abi Bakar bin Abdurrahman, dari sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. ia berkata kepadanya : Dan sungguh telah saya lihat Rasulullah saw. menyiram air di atas kepala beliau padahal beliau dalam keadaan puasa karena haus dan karena udara panas. ( H.R : Ahmad, Malik dan Abu Daud )

3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw berbekam sedang beliau dalam keadaan puasa. (H.R : Al-Bukhary ) .

4. Diriwayatkan dari Aisyah ra Adalah Rasulullah saw mencium ( istrinya ) sedang beliau dalam keadaan puasa dan menggauli dan bercumbu rayu dengan istrinya (
tidak sampai bersetubuh ) sedang beliau dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling kuat menahan birahinya. ( H.R : Al-Jama'ah kecuali
Nasa'i) hadits shahih.

5. Diriwayatkan dari Abdullah bin Furuuj : Bahwa sesungguhnya ada seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah ra. Wanita itu berkata : Sesungguhnya suami saya mencium saya sedang dia dan saya dalam keadaan puasa, bagaimana pendapatmu ? Maka ia menjawab : Adalah Rasulullah r pernah mencium saya sedang beliau dan saya dalam keadaan puasa. ( H.R : Aththahawi dan Ahmad dengan sanad yang baik dengan mengikut syarat
Muslim ).

6. Diriwayatkan dari Luqaidh bin Shabrah : Sesungguhnya Nabi saw bersabda : Apabila kamu beristinsyaaq ( menghisap air ke hidung )
keraskan kecuali kamu dalam keadaan puasa. ( H.R :Ashhabus Sunan )

7. Perkataan ibnu Abbas : Tidak mengapa orang yang puasa mencicipi cuka dan sesuatu yang akan dibelinya ( Ahmad dan Al-Bukhary ).

KESIMPULAN
Hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa hal-hal tersebut di bawah ini bila diamalkan tidak membatalkan puasa :
  1. Menyiram air ke atas kepala pada siang hari karena haus ataupun udara panas, demikian pula menyelam kedalam air pada siang hari.
  2. Menta'khirkan mandi junub setelah adzan Shubuh. (dalil : 1 )
  3. Berbekam pada siang hari. ( dalil : 3 )
  4. Mencium, menggauli, mencumbu istri tetapi tidak sampai bersetubuh di siang hari.( dalil 4 dan 5 )
  5. Beristinsyak ( menghirup air kedalam hidung )terutama bila akan berwudhu, asal tidak dikuatkan menghirupnya. ( dalil : 6 )
  6. Disuntik di siang hari.
  7. Mencicipi makanan asal tidak ditelan.(dalil :7)

ADAB-ADAB PUASA RAMADAN.

1. Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. telah bersabda Rasulullah saw: Apabila malam sudah tiba dari arah sini dan siang telah pergi dari arah sini, sedang
matahari sudah terbenam, maka orang yang puasa boleh berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

2. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : Manusia ( ummat Islam ) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan
(menyegerakan) berbuka. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

3. Diriwayatakan dari Anas ra., ia berkata : Rasulullah saw berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah ) sebelum solat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. ( H.R : Abu Daud dan Al-Hakiem )

4. Diriwayatkan dari Salman bin Amir, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Apabila salah seorang diantara kamu puasa hendaklah berbuka dengan
kurma, bila tidak ada kurma hendaklah dengan air, sesungguhnya air itu bersih. ( H.R : Ahmad dan At-Tirmidzi )

5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar : Adalah Nabi saw. selesai berbuka Beliau berdo'a (artinya) telah pergi rasa haus dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala
tetap ada Insya Allah. ( H.R : Ad-Daaruquthni dan Abu Daud hadits hasan )

6. Diriwayatkan dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila makan malam telah disediakan, maka mulailah makan sebelum solat Maghrib, janganlah mendahulukan solat daripada makan malam itu ( yang sudah terhidang ). ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

7. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya makan sahur itu berkah. (H.R :
Al-Bukhary )

8. Diriwayatkan dari Al-Miqdam bin Ma'di Yaqrib, dari Nabi saw. bersabda : Hendaklah kamu semua makan sahur, karena sahur adalah makanan yang penuh berkah. ( H.R : An-Nasa'i )

9. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit t berkata : Kami bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian kami bangkit untuk menunaikan solat ( Shubuh ). saya berkata :
Berapa saat jarak antara keduanya ( antara waktu sahur dan waktu Shubuh )?Ia berkata : Selama orang membaca limapuluh ayat. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

10. Diriwayatkan dari Amru bin Maimun, ia berkata : Adalah para sahabat Muhammad saw. adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan melambatkan makan sahur. ( H.R : Al-Baihaqi )

11. Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila salah seorang diantara kamu mendengar adzan dan piring masih di tangannya janganlah diletakkan hendaklah ia
menyelesaikan hajatnya ( makan/minum sahur )daripadanya. (H.R : Ahmad dan Abu Daud dan Al-Hakiem )

12. Diriwayatkan dari Abu Usamah ra. ia berkata : Solat telah di'iqamahkan, sedang segelas minuman masih di tangan Umar ra. beliau  bertanya : Apakah ini boleh saya minum wahai Rasulullah ? Beliau r.a menjawab : ya, lalu ia meminumnya. ( H.R Ibnu Jarir )

13. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata :Adalah Rasulullah saw. orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan ketika
Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada bulan Ramadan untuk mentadaruskan beliau saw. al-qur'an dan benar-benar Rasulullah saw. lebih dermawan tentang kebajikan( cepat berbuat kebaikan ) daripada angin yang dikirim.(HR Al-Bukhary )

14. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata :Adalah Rasulullah saw. menggalakkan qiyamullail (solat malam ) di bulan Ramadan tanpa memerintahkan
secara wajib, maka beliau bersabda : Barang siapa yang solat malam di bulan Ramadan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosanya yang telah lalu. ( H.R : Jama'ah )

15. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Nabi saw. apabila memasuki sepuluh hari terakhir ( bulan Ramadan ) beliau benar-benar menghidupkan malam (
untuk beribadah ) dan membangunkan istrinya ( agar beribadah ) dengan mengencangkan ikatan sarungnya (tidak mengumpuli istrinya ). ( H.R : Al-Bukhary dan
Muslim )

16. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata : Adalah Nabi saw. bersungguh-sungguh solat malam pada sepuluh hari terakhir ( di bulan Ramadan ) tidak seperti kesungguhannya dalam bulan selainnya. ( H.R : Muslim )

17. Diriwayatkan dari Abu salamah din Abdur Rahman, sesungguhnya ia telah bertanya kepada Aisyah ra: Bagaimana solat malamnya Rasulullah saw di bulan
Ramadan ? maka ia menjawab : Rasulullah saw tidak pernah solat malam lebih dari sebelas raka'at baik di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya, caranya :
Beliau solat empat raka'at jangan tanya baik dan panjangnya, kemudian solat lagi empat raka'at jangan ditanya baik dan panjangnya, kemudian solat tiga
raka’at. ( H.R : Al-Bukhary,Muslim dan lainnya )

18. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila bangun solat malam, beliau membuka dengan solat dua raka'at yang ringan,
kemudian solat delapan raka'at, kemudian solat witir. ( H.R : Muslim )

19. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata : Ada seorang laki-laki berdiri lalu ia berkata : Wahai Rasulullah bagaimana cara solat malam ? Maka Rasulullah r. menjawab : Solat malam itu dua raka'at dua raka'at. Apabila kamu khawatir masuk solat Shubuh, maka berwitirlah satu raka'at. ( H.R : Jama'ah)

20. Dari Aisyah ra. ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw solat di masjid, lalu para sahabat solat sesuai dengan solat beliau ( bermakmum di belakang ), lalu beliau solat pada malam kedua dan para sahabat bermakmum dibelakangnya bertambah banyak, kemudian pada malam yang ketiga atau yang keempat mereka
berkumpul, maka Rasulullah saw tidak keluar mengimami mereka. Setelah pagi hari beliau bersabda : Saya telah tahu apa yang kalian perbuat, tidak ada yang menghalangi aku untuk keluar kepada kalian ( untuk mengimami solat ) melainkan aku khawatir solat malam ini difardhukan atas kalian. Ini terjadi pada bulan Ramadan. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

21. Dari Ubay bin Ka'ab t. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. solat witir dengan membaca : Sabihisma Rabbikal A'la )dan ( Qul ya ayyuhal kafirun)
dan (Qulhu wallahu ahad ). ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i dan Ibnu Majah )

22. Diriwayatkan dari Hasan bin Ali t. ia berkata : Rasulullah saw. telah mengajarkan kepadaku beberapa kata yang aku baca dalam qunut witir : ( artinya ) Ya Allah berilah aku petunjuk beserta orang-orang yang telah engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan yang sempurna beserta orang yang telah engkau beri
kesehatan yang sempurna, pimpinlah aku beserta orang yang telah Engkau pimpin, Berkatilah untukku apa yang telah Engkau berikan, peliharalah aku dari apa yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tiada yang dapat memutuskan atas Engkau, bahwa tidak akan hina siapa saja yang telah Engkau pimpin dan tidak akan mulia siapa saja yang Engkau musuhi. Maha agung Engkau wahai Rabb kami dan Maha Tinggi Engkau. ( H.R : Ahmad, Abu Daud, Annasa'i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah )

23. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda :Barang siapa yang solat malam menepati lailatul qadar, maka diampuni dosanya yang telah lalu. ( H.R :
Jama'ah )

24. Diriwayatkan dari Aisyah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda : berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir. (H.R : Muslim )

25. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Dinampakkan dalam mimpi seorang laki-laki bahwa lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh, maka Rasulullah saw. bersabda : Sayapun bermimpi seperti mimpimu, ( ditampakkan pada sepuluh malam terakhir, maka carilah ia ( lailatul qadar ) pada malam-malam
ganjil. ( H.R : Muslim )

26. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana pendapat tuan bila saya mengetahui lailatul qadar,apa yang saya harus baca pada malam itu ? Beliau bersabda : Bacalah ( artinya ) Yaa Allah sesungguhnya Engkau maha pemberi ampun, Engkau suka kepada keampunan maka ampunilah daku. (H.R : At-Tirmidzi dan Ahmad )

27. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw mengamalkan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadan sampai beliau diwafatkan
oleh Allah Azza wa Jalla. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

28. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila hendak beri'tikaf, beliau solat shubuh kemudian memasuki tempat
i'tikafnya.......... ( H.R :Jama'ah kecuali At-Tirmidzi )

29. Diriwayatkan dari Aisyah ra. ia berkata : Adalah Rasulullah saw. apabila beri'tikaf , beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, maka aku menyisirnya, dan adalah beliau tidak masuk ke rumah kecuali karena untuk memenuhi hajat manusia ( buang air, mandi dll...) ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim )

30. Allah ta'ala berfirman : ( artinya ) Janganlah kalian mencampuri mereka( istri-istri kalian ) sedang kalian dalam keadaan i'tikaf dalam masjid. Itulah batas-batas ketentuan Allah, maka jangan di dekati...( Al-Baqarah : 187 )

31. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: Setiap amal anak bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, ia adalah untukku dan aku yang memberikan pahala dengannya. Dan sesungguhnya puasa itu adalah benteng pertahanan, pada hari ketika kamu puasa janganlah berbuat keji , jangan berteriak-teriak ( pertengkaran ), apabila seorang memakinya sedang ia puasa maka hendaklah ia katakan : " sesungguhnya saya sedang puasa" . Demi jiwa Muhammad yang ada di tanganNya sungguh bau busuknya mulut orang yang sedang puasa itu lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada kasturi. Dan bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan, apabila ia berbuka ia gembira dengan bukanya dan apabila ia berjumpa dengan Rabbnya ia gembira karena puasanya. ( H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

32. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata : Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan amalan kebohongan, maka tidak ada bagi Allah hajat ( untuk menerima ) dalam hal ia meninggalkan makan dan minumnya. ( H.R: Jama'ah Kecuali Muslim ) Maksudnya
Allah tidak merasa perlu memberi pahala puasanya.

33. Bahwa sesungguhnya Nabi saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar yang sering di panggil Ummu Sinan : Apa yang menghalangimu untuk melakukan haji bersama kami ? Ia menjawab : Keledai yang ada pada kami yang satu dipakai oleh ayahnya si fulan (suaminya ) untuk berhaji bersama anaknya sedang yang lain di pakai untuk memberi minum anak-anak kami. Nabi pun bersabda lagi : Umrah di bulan Ramadan sama dengan mengerjakan haji atau haji bersamaku. ( H.R :Muslim)

34. Rasulullah sw. bersabda : Apabila datang bulan Ramadan kerjakanlah  umrah karena umrah di dalamnya (bulan Ramadan ) setingkat dengan haji. ( H.R : Muslim)

KESIMPULAN
Ayat dan hadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa dalam mengamalkan puasa Ramadan kita perlu melaksanakan adab-adab  sbb :

1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib. ( dalil: 6 ) Sunnah berbuka adalah sbb :
  1. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan solat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti kurma, air saja, setelah itu baru melaksanakan solat. ( dalil: 2,3 dan 4 )
  2. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan solat dahulu. ( dalil : 6 )
  3. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb : Artinya : Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah. ( dalil: 5 )

2. Makan sahur. ( dalil : 7 dan 8 ) Adab-adab sahur :
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh. (dalil 9 dan 10 )
b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur
karena sudah masuk waktu Shubuh. ( dalil 11 dan 12 ) * Imsak tidak ada sunnahnya dan tidak pernah diamalkan pada zaman sahabat maupun tabi'in.

3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur'an ( dalil : 13 )

4. Menegakkan solat malam / solat Tarawih dengan berjama'ah. Dan solat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir( 20 hb. sampai akhir Ramadan). (dalil : 14,15 dan 16 ) Cara solat Tarawih adalah :
  1. Dengan berjama'ah. ( dalil : 19 )
  2. Tidak lebih dari sebelas raka'at yakni salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali  dan ditutup dengan witir tiga raka'at. ( dalil : 17 )
  3. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan. ( dalil : 18)
  4. Bacaan dalam witir : Raka'at pertama : Sabihisma Rabbika. Roka't  kedua : Qul yaa ayyuhal kafirun. Raka'at ketiga : Qulhuwallahu ahad. ( dalil : 21 )
  5. Membaca do'a qunut dalam solat witir. ( dalil 22 )

5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat beribadah dan membaca : Ya Allah Engkaulah pengampun, suka kepada keampunan maka ampunilah aku. ( dalil : 25 dan 26 )

6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir. (dalil : 27 )
Cara i'tikaf :
a. Setelah solat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid. ( dalil 28 )
b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak. ( dalil : 29 )
c. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf. ( dalil : 30)

7. Mengerjakan umrah. ( dalil : 33 dan 34 )

8. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran. (dalil : 31 dan 32 )

Maraji’ (Daftar Pustaka):

1. Al-Qur’anul Kariem
2. Tafsir Aththabariy.
3. Tafsir Ibnu Katsier.
4. Irwaa-Ul Ghaliel, Nashiruddin Al-Albani.
5. Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq.
6. Tamaamul Minnah, Nashiruddin Al-Albani.
  
Oleh Ustadz Abu Rasyid

Mat Sabu: PAS ganti perangai Umno bahaya



  • Abdul Rahim Sabri
  • 11:03AM Jul 20 2012
Timbalan Presiden PAS Mohamad Sabu menaruh harapan besar kepada NGO, seperti Gerakan Mansuhkan ISA (GMI) untuk bekerja kuat bagi membangkitkan kesedaran rakyat tentang hak asasi daripada "belenggu yang menyeksakan".

Bahkan beliau menggesa NGO lain seperti Asal Bukan Umno (ABU) menjadi "kumpulan pendesak" untuk mengkritik dasar kerajaan khusus Pakatan Rakyat jika meneruskan dasar yang zalim dan penyelewengan seperti kerajaan sebelum ini, sekiranya berlaku.

NONEMohamad berkata jika keberanian itu tidak ditonjolkan, beliau bimbang, kerajaan yang mengambil alih khususnya Pakatan, "akan mencari jalan memperkenalkan undang-undang malah kadang kala lebih teruk daripada kerajaan yang diambil alih" untuk mempertahankan kuasa mereka.

"Sebab itu slogan PAS ganti Umno ini cukup bahaya. Saya bimbang mereka (betul-betul) ganti perangai Umno. Kalau perkara itu timbul, tugas NGO ini (menentangnya).

"Bila orang dapat kuasa, amat susah kuasa itu digugat. Sebab itu kumpulan memperjuang hak asasi (perlu) terus hidup dan kuat , walaupun sesiapa sahaja memerintah.

NONE"Sebab, senang kita cakap apabila dapat kuasa. Bila dapat kuasa, sudah mula kita ugut orang. Aku bongkar ini, aku dakwa (kau) bawah OSA (Akta Rahsia Rasmi), sedangkan kita nak hapuskan OSA itu.

"Penyakit orang berkuasa, dia (buat apa sahaja) nak kekalkan kuasa... Dalam sejarah pemerintah nak serah kuasa memang susah nak berlaku," katanya.

Bahasa pembangunan


Bercakap dalam forum "ISA: Penyeksaan yang sempurna" di Kuala Lumpur malam tadi, Mohamad membangkitkan persoalan sekiranya kerajaan Pakatan mendapat kuasa, apakah akan wujud kecenderungan untuk melakukan penyelewengan seperti yang dilakukan kerajaan sebelum ini.

"Bagaimana rakyat bangun menegur dan menentang kita. Adakah kita mencari jalan untuk menutup mulut mereka supaya menjadi disiplin, rakyat yang berguna (dan) rakyat yang tidak menukar kerajaan.

azlan"Kami menggunakan TV (minta) rakyat supaya bersyukur, (dan) sedia menyokong kerajaan Pakatan yang sentiasa membuat pembangunan. Mungkin itu bahasa yang digunakan," katanya sambil diiiringi tepukan dan gelak ketawa hadirin.

Oleh yang demikian, Mohamad menggesa GMI dan NGO lain dapat bergerak lebih hebat untuk menimbulkan keberanian kepada rakyat dan mendidik serta menonjolkan perjuangan hak asasi.

"Saya harap GMI perlu lebih kuat bukan sahaja ketika kerajaan hari ini, tetapi kerajaan akan datang kerana potensi untuk menyeleweng memang sentiasa ada.

"Hanya rakyat yang berpegang teguh dengan amar makruf nahi mungkar akan menyuburkan nilai kemanusiaan pada hari ini dan masa akan datang," katanya yang pernah ditahan ISA sebanyak dua kali pada 1984 dan 1987.

Arab tiada standard cakap hak asasi
Mohamad yang lebih dikenali sebagai 'Mat Sabu' membuat gesaan itu selepas mendengar pandangan intelektual Prof Tariq Ramadan yang menjawab soalan seorang hadirin dalam satu forum dan beliau membuat perbandingan tentang kebebasan, keadilan serta hak asasi antara negara Arab di Timur Tengah dan Amerika Syarikat.

Mohamad berkata, Tariq (bawah) berpandangan bahawa negara Arab di benua itu "tidak ada standard cakap tentang hak asasi" berbanding Amerika Syarikat yang sering melaungkan keadilan dan hak asasi manusia sekalipun mereka mempunyai pusat tahanan tanpa bicara di Guantanamo Bay.

NONETurut menjadi panelis dalam forum tersebut adalah aktivis Hishamuddin Rais, isteri bekas tahanan ISA Norlaila Othman dan pendakwah Wan Ji Wan Husain.

Sementara itu, Hishamuddin mendakwa ISA digunakan bertujuan menakut-nakutkan orang yang berada di sekeliling individu yang ditahan atau parti politik supaya dapat melumpuhkan gerakan mereka.

Beliau yang pernah ditahan ISA berkata akta tersebut turut dijadikan "senjata politik" untuk mematahkan pergerakan musuh khususnya terhadap mahasiswa, kesatuan sekerja dan agamawan bagi mematahkan "pertentangan dalam politik".

"Ia instrumen efektif supaya orang ditakut-takutkan dengan ISA. Sebenarnya yang takut itu dalam diri kita, bukan ISA. Takut itu yang harus kita lawan," katanya.

S'gor gesa menteri letak jawatan, pertikai lantik Noh


9:18AM Jul 20 2012
Kerajaan Negeri Selangor meragui motif pembentukan sebuah jawatankuasa khas oleh kabinet untuk meneliti isu air  di Selangor, Wilayah Persekutuan dan Putrajaya.

Ini memandangkan sudah adanya Kementerian  Tenaga, Teknologi Hijau dan Air (KeTTHA) di mana menterinya mempunyai bidang kuasa yang termaktub dalam Akta Industri Perkhidmatan Air 2006 (WSIA 2006), kata Exco kerajaan negeri, Dr Xavier Jayakumar.

Jawatankuasa khas itu dipengerusikan Timbalan Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin dan dianggotai  Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Idris Jala, Menteri; Menteri Wilayah Persekutuan dan Kesejahteraan Bandar, Datuk Raja Nong Chik Raja Zainal dan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani, Datuk Noh Omar.

"Oleh kerana kuasa yang diberi kepada menteri KeTTHA gagal digunakan untuk melaksanakan penstrukturan semula industri air di Selangor dan tidak dimasukkan dalam Jawatankuasa khas kabinet, (maka) kerajaan negeri menyeru menteri KeTTHA untuk meletak jawatan dengan segera.

"Kita juga mempertikaikan peranan Datuk Noh Omar dalam jawatankuasa khas kabinet tersebut, kerana beliau adalah menteri kerajaan persekutuan yang begitu lantang melobi untuk pembinaan Loji Langat 2.

"Sekiranya kerajaan pusat masih bertegas untuk penubuhan jawatankuasa khas ini, adalah wajar 5.7 juta pengguna air Selangor diwakili oleh Menteri Besar Selangor untuk menjaga kepentingan mereka," katanya dalam satu kenyataan.

Puasa dan hubungan antara agama


  • Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin
  • 1:37PM Jul 20 2012
 
ULASAN Sekarang saya berada dalam bulan terakhir di United Kingdom (UK) ini. Tempoh zamilah saya akan berakhir dalam bulan Ogos ini. Saya merancang untuk pulang pada awal Ogos.

Jadi Insya-Allah, saya akan sempat menjalani separuh Ramadan sini. Ini merupakan pengalaman pertama saya berpuasa Ramadan di UK.

Waktu berpuasa dalam musim panas ini agak panjang. Subuh bermula pada jam 3 pagi dan Maghrib pula pada jam 9.15 malam. Hanya enam jam ruang yang ada. Waktu malam begitu pendek. Jika dicampur segala aktiviti: iftar, solat Maghrib, Isyak, tarawih dan sahur tentu amat sedikit ruangannya.

Ditambah lagi dengan masa untuk membaca al-Quran dan ibadah yang lain, maka tentu lebih sempit ruangan masanya. Namun masa itu bersifat relatif. Jika Allah memberkati, waktu yang pendek mempunyai ruang yang luas dan amat bermanfaat.

Jika Dia tidak memberkati, waktu yang banyak menjadi sempit dan terbatas. Maka, ada manusia yang panjang umur, tiada hasil yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Ada yang pendek umurnya, tetapi mempunyai hasil kerja yang bermanfaat yang banyak.

Pada zahirnya tentulah di Malaysia lebih beruntung kerana ruang ibadah malam itu lebih banyak. Kita mempunyai lebih sepuluh jam waktu malam. Pun begitu, tidaklah semuanya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh setiap orang.

Bahkan mungkin ada yang waktu yang disia-siakan. Ini mengingatkan kita kepada hadis Nabi SAW:

"Dua nikmat yang ramai orang terpedaya; kesihatan dan waktu lapang." (Riwayat al-Bukhari).
Amalan bersejarah
Ramadan menjelang, kita berpuasa. Puasa bukanlah ibadah baru yang bermula sejak kedatangan Nabi Muhammad SAW. Puasa telah wujud sejak zaman berzaman lagi sebelum Nabi Muhammad SAW dibangkitkan sebagai rasul.

Justeru itu Allah menyebut (maksudnya): "Wahai mereka yang beriman! Diwajibkan ke atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa". (Surah al-Baqarah 183).

Ayat ini mengingatkan kita bahawa ibadah ini bukan ibadah baru. Ia satu ibadah yang telah diamalkan dalam syariat nabi-nabi sebelum kita. Mereka sebelum kita telah berpuasa bagi mematuhi arahan Allah.

Ini memberikan kita kesedaran, betapa adanya hubung kait antara agama-agama yang dianuti oleh manusia. Islam mengiktiraf itu semua.

Jika Allah mahu, boleh sahaja Allah hanya menyebut "diwajibkan kepada kamu puasa", tanpa disebut "seperti mana diwajibkan kepada mereka yang sebelum kamu".

Namun dengan hikmah yang besar Allah mengingatkan hubungan ini bagi mengingatkan kita sejarah agama. Maka jangan hairan jika kita dapati beberapa persamaan dalam amalan agama antara Yahudi, Kristian dan Islam.

Hanya orang yang tidak memahami al-Quran, sunah dan sejarah agama sahaja yang menafikan kewujudan persamaan. Mereka inilah yang cuba menjadi isu-isu seperti berkongsi panggilan Allah, panggilan nabi dan nama-nama tertentu sebagai isu permusuhan dalam agama. Mereka lupa sejarah yang disebutkan oleh al-Quran di atas.

Persamaan

Al-Quran dan sunah menjadikan isu persamaan ini sebagai penggerak yang membolehkan dakwah Islam sampai ataupun lebih mudah difahami oleh mereka yang beragama Yahudi dan Kristian.

Maka, layanan untuk mereka lebih istimewa dalam Islam. Dalam surah al-Maidah ayat 5, Allah menghalalkan Muslim memakan sembelihan mereka dan berkahwin dengan wanita mereka.

Walaupun ada mazhab yang menyempitkan tafsiran bahawa itu merujuk kepada Ahli Kitab keturunan tertentu sahaja, namun majoriti ulama berpendapat ia merangkumi semua Yahudi dan Kristian.

Sudah pasti di sana ada ikatan dan syarat tertentu. Apapun, tujuannya untuk mendekatkan mereka dengan dakwah Islam yang mempunyai kesinambungan dari ajaran para nabi sebelum ini.

Disebabkan kelemahan sikap sesetengah umat Islam, nampaknya orang Kristian lebih menggunakan persamaan ini untuk berkempen dakwah mereka dibandingkan orang Muslim.

Lebih teruk lagi, ada orang Muslim yang menggunakan isu persamaan ini untuk menghidupkan suasana tegang dan modal politik. Sepatutnya seperti mana al-Quran dan sunah mengajar Muslim, isu persamaan digunakan untuk membawa dan menyampaikan mesej Islam kepada mereka.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Para nabi itu saudara dari keluarga yang berbeza. Ibu mereka ramai namun agama mereka satu." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis al-Bukhari, apabila Nabi SAW berada di Madinah, baginda mendapati orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura (hari ke sepuluh Muharram). Baginda bertanya kenapa mereka berpuasa.

Mereka menyatakan kerana sejarah perjuangan Nabi Musa AS. Mendengar alasan tersebut, Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Daku ini lebih berhak untuk menghormati Musa dibandingkan mereka" lalu baginda berpuasa dan mengajak umat Islam berpuasa.

Ruang

Pendekatan al-Quran dan sunah adalah mengambil ruang persamaan untuk membawa dan memahamkan penganut agama lain tentang peranan Islam sebagai agama yang terakhir. Mengingatkan bahawa semua nabi itu atas ajaran Allah yang satu.

Mereka hakikat membawa akidah Islam yang sama, walaupun syariat ataupun peraturan hukum antara mereka ada beberapa perbezaan. Namun banyak juga yang sama. Kesan-kesan persamaan itu terus diwarisi dan tidak boleh dinafikan.

Bahkan ada masanya al-Quran memuji agama Kristian dan sikap sesetengah rahib mereka.

Firman Allah (maksudnya): "...demi sesungguhnya engkau akan dapati orang-orang yang paling dekat sekali kasih mesranya kepada orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: 'Bahawa kami ini orang-orang Nasrani'. Yang demikian itu, disebabkan antara mereka pendita-pendita dan ahli-ahli ibadat, dan kerana mereka pula tidak sombong." (Surah al-Maidah: 82).
Islam mengajak kita mengambil ruang untuk meredakan ketegangan dan memudahkan perbincangan.

Sementara sesetengah pihak sama ada Kristian ataupun Muslim, cuba menjadikan persamaan yang ada sebagai titik permusuhan dan ketegangan. Kita patut kembali kepada pendekatan al-Quran dan sunah.

PROF MADYA DATUK DR MOHD ASRI ZAINUL ABIDIN bekas mufti Perlis dan kini zamil di Universiti Oxford. Artikel ini pandangan peribadi penulis dan tidak semestinya melambangkan pendirian rasmi Malaysiakini.

Najib umum RM60j baik pulih rumah 'berjiran' dengan Felda



  • Bernama
  • 3:52PM Jul 20 2012
Datuk Seri Najib Tun Razak hari ini mengumumkan peruntukan RM60 juta untuk membaik pulih 12,000 rumah yang berjiran dengan kawasan Felda menerusi Program Kampung Sejahtera Inspirasi Felda (Kasih Felda).
  
Perdana Menteri berkata untuk fasa pertama tahun ini, sebanyak 4,000 rumah akan dibaik pulih membabitkan peruntukan RM20 juta.
  
Beliau berkata demikian kepada pemberita selepas melancarkan program itu, di Jerantut.

Program Kasih Felda melibatkan kawasan kampung lama dan tradisional yang terletak berhampiran 317 tanah rancangan Felda di seluruh negara.

Di bawah program itu, setiap keluarga yang layak akan menerima RM5,000 bagi membaik pulih rumah masing-masing.

Terdahulu Najib melawat beberapa rumah yang dikenal pasti menerima bantuan tersebut antaranya rumah milik Helan Jaafar Sidek, 49, dari Kampung Air Hitam, Pasir Sia dekat sini.
  
Dalam kunjungannya itu, Najib menyerahkan bantuan berbentuk simen, batu-bata, pasir dan atap bernilai RM5,000 kepada Kamarun Helan bagi membaiki bahagian dapur rumahnya.
  
Beliau juga sempat bertanya khabar isteri Kamarun Helan, Asmaswati Che Wok, 39, yang sedang berpantang selepas melahirkan anak keenam.
  
Peluang itu juga digunakan Kamarun Helan untuk mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri yang prihatin akan nasibnya sekeluarga.

Najib turut menyumbangkan bantuan serupa kepada Osman a/l Nai, 30, di Kampung Orang Asli Batu 10 dekat sini.
  
- Bernama

Filem rakam 13 Mei bakal cetus kontroversi



  • Zulaikha Zulkifli
  • 4:54PM Jul 20 2012
Filem sejarah terbaru Tanda Putera arahan pengarah terkenal Datuk Shuhaimi Baba, yang antaranya merakamkan tragedi berdarah 13 Mei 1969 yang dijangka bakal mencetuskan kontroversi.

Pelbagai pihak tertanya-tanya sama ada filem itu memuatkan babak pemimpin popular DAP Lim Kit Siang yang didakwa kencing di tiang bendera Selangor di rumah menteri besar ketika itu Datuk Harun Idris.

NONEIni ekoran Facebook rasmi filem itu memuatkan gambar lama Lim dengan keterangan bertulis: '

"Lim Kit Siang telah kencing di bawah tiang bendera Selangor yang terpacak di rumah Menteri Besar Selangor ketika itu, Datuk Harun Idris.

"Ketika itu DAP berarak ke rumah Datuk Harun mendesak beliau meletakkan jawatan beberapa hari sebelum tragedi 13 Mei 1969 kerana DAP telah menang besar di dalam pilihan raya.''

Bagaimanapun, menurut seorang penggiat filem yang telah menonton tayangan pratontonnya kelmarin, babak tersebut tidak dimuatkan.

Malah, semakan Malaysiakini juga mendapati, gambar dalam laman sosial itu juga telah dikeluarkan daripada laman sosial rasminya. Ketika semakan kali terakhir dibuat tengah hari tadi, gambar itu masih ada.

NONELim sebelum ini pernah menjelaskan, semasa itu, beliau tidak berada di Kuala Lumpur. Menurutnya lagi, antara 11 hingga 13 Mei 1969, beliau berada di Melaka, Petaling Jaya dan Sabah.

Shuhaimi - pengarah terbaik tiga kali dalam festival filem Malaysia - bagaimanapun ketika dihubungi Malaysiakini hari ini enggan mengulas perkara itu.

''Saya malas nak jawab soalan sebab orang tak tengok lagi filem itu. Lebih baik tengok dulu. Saya harap awak dapat tengok filem ini," kata Shuhaimi.

Babak Anwar Ibrahim juga ada?
Malaysiakini juga berjaya mendapatkan skrip filem itu dan mendapati tiada babak sedemikian dimuatkan.

Berdasarkan Facebook rasmi filem ini juga, antara watak yang menarik ditonjolkan ialah watak Datuk Seri Anwar Ibrahim yang ketika itu pemimpin pelajar.

Bagaimanapun, tidak pasti sama ada babak itu dimuatkan dalam filem itu. Tetapi, berdasarkan skrip, disebut terdapat babak "ketua pelajar" yang ditahan polis dekat pagar Universiti Malaya pada 1970.

Terdapat juga kain rentang yang digunakan dalam filem ini yang turut dipercayai boleh menimbulkan kontroversi seperti ''Melayu balik kampung'' dan ''darah dibalas dengan darah'' dalam bahasa Cina.
NONE
Tanda Putera memfokuskan tentang kepimpinan perdana menteri kedua Tun Razak Hussein dan timbalannya Tun Dr Ismail Abdul Rahman.

Filem yang menelan belanja sehingga RM4.8 juta ini sepatutnya ditayangkan pada 13 September ini. Bagaimanapun, penayangannya terpaksa ditangguhkan untuk suatu masa yang tidak pasti.

Menurut Perbadanan Kemajuan Filem Nasional (Finas) penangguhan tayangan filem itu tiada kena mengena dengan bahang pilihan raya umum ke-13.

Filem yang dibiayai oleh Finas dan Perbadanan Kemajuan Multimedia (MDeC) itu menampilkan beberapa pelakon terkenal seperti Rusdi Ramli, Zizan Nin, Faezah Elai dan Linda Hashim.

Shuhaimi sebelum ini terkenal dengan filem-filem seperti Pontianak Harum Sundal Malam, 1957: Hati Malaya, Mimpi Moon dan Layar Lara.

Selasa, 12 Jun 2012

Fatwa haram perhimpuna​n Bersih 3.0 tidak pernah dikeluarka​n

12 Jun 2012

 Datuk Mashitah Ibrahim KUALA LUMPUR - Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan tidak pernah mengeluarkan sebarang fatwa berhubung pengharaman demonstrasi jalanan di ibu negara pada 28 April lepas seperti mana yang didakwa parti pembangkang.

 Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Mashitah Ibrahim berkata jawatankuasa itu sebaliknya hanya mengeluarkan kenyataan media sebagai nasihat daripada anggota muzakarah jawatankuasa berkenaan yang bersidang awal bulan lepas.

 "Perkara ini telah dipersetujui oleh semua ahli muzakarah supaya nasihat mengenai penglibatan umat Islam yang bertindak sebagai perusuh jalanan yang telah membawa kerosakan dan musibah kepada negara dikeluarkan melalui satu kenyataan media," katanya. Mashitah berkata demikian ketika menjawab ucapan penangguhan oleh Ahmad Kasim (PKR-Kuala Kedah) mengenai fatwa pengharaman perhimpunan jalanan yang didakwa dikeluarkan oleh jawatankuasa berkenaan.

Menjelas lanjut Mashitah turut menegaskan bahawa anggota jawatankuasa itu yang dilantik atas perkenan Majlis Raja-Raja tidak mempunyai sebarang kepentingan politik melainkan untuk kepentingan agama dan ummah. "Oleh itu nasihat jawatankuasa fatwa adalah bebas daripada pengaruh mana-mana pihak dan tidak terikat dengan kepentingan individu mahupun mana-mana organisasi," katanya.

Mashitah berkata antara isi kandungan kenyataan media itu menyebut anggota muzakarah memandang serius tindakan sebahagian masyarakat, khususnya umat Islam yang bertindak sebagai perusuh jalanan seperti mana yang berlaku pada demonstrasi itu yang telah membawa kerosakan dan musibah kepada negara. "Sebagai umat Islam seharusnya kita mensyukuri keamanan, kemakmuran dan perpaduan yang telah dinikmati dan diwarisi sekian lama.

"Pegangan Ahli Sunnah Waljamaah yang menjadi tunjang pegangan kita sebagai umat Islam di Malaysia sejak sekian lama wajib kita pertahan daripada apa jua anasir negatif kerana pegangan inilah yang menjadi perisai kepada umat Islam daripada terjebak dengan perlakuan yang dimurkai oleh Allah dan rasulnya," katanya.

Mashitah berkata sebagai sebuah negara yang mengamalkan sistem demokrasi, banyak saluran perbincangan yang lebih bermanfaat boleh dilaksanakan tanpa perlu menggadai keamanan negara. Justeru, mereka yang terlibat di dalam demonstrasi itu khususnya umat Islam perlu sedar dan insaf bahawa perbuatan itu bukan ajaran Islam kerana Islam tidak pernah menyuruh umatnya secara tidak hak mengancam nyawa sesama manusia, menimbulkan huru hara dan merosakkan negara demi mencapai sesuatu agenda, katanya. Persidangan Dewan
disambung esok.

- Bernama

















  Datuk Dr Mashitah Ibrahim Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri

Khamis, 24 Mei 2012

Adegan paling tak ranjang

Hishamuddin Rais
Apr 1, 11
3:30pm

Aku tak tahu apa yang harus aku buat. Aku nak menangis tetapi aku rasa bersalah. Kalau aku ketawa aku juga akan merasa bersalah. Aku merasa bersalah kerana aku adalah salah seorang yang telah djemput untuk menonton tayangan perdana pembukaan sedunia, filem Tiga Mat Boroi. Aku merasa bersalah kerana orang lain tidak dijemput.

Walau apa pun aku mesti berkata benar bahawa aku merasa begitu bangga sekali apabila seorang pengarang akhbar The Star menelefon dan menjemput aku untuk datang menonton. Menggeletek anak tekak, tak sabar-sabar nak menonton Tiga Mat Boroi. Cepat-cepat aku seterika baju dan seluar.

Aku juga merasa amat amat gembira kerana dapat sama-sama merayakan kerja seni garapan Le Petit Tambi. Le Petit Tambi ini adalah pengarah filem kanak-kanak pada tahun 80-an dahulu. Dia cukup hebat dalam hal kanak-kanak dan buat anak. Dari apa yang aku difahamkan, filem terbaru ini adalah percubaan awal untuk meninggalkan genre kanak-kanak dan memasuki filem yang dianggap engaging atau filem fikrah.

Bayangkan betapa bangganya aku kerana telah dijemput untuk melihat tayangan eklusif Tiga Mat Boroi ini. Tayangan ini bukan di panggung kokak di Penang Road atau di Mid Valley. Aku dijemput ke panggung yang amat eklusif - Le Carcosa.

Tentang Carcosa ini, aku pernah diberitahu bahawa satu ketika dahulu Queen Elizebeth pernah terkencing berdiri di tandasnya. Ini terjadi sesudah Queen Elizebeth makan sup tomyam yang agak pedas di Jalan Masjid India. Drama ini berlaku ketika Queen Elizebeth datang ke Kuala Lumpur untuk merasmikan Sukan Kommonwealth pada tahun 1998 dahulu.

Berita Queen Elizebeth terkencing berdiri di Carcosa ini memang tidak dilaporkan media kerana takut akan menjadi satu trend ikutan anak-anak muda. Amat ditakuti kalau-kalau anak muda akan pergi beramai-ramai ke Carcosa hanya untuk berdiri terkencing.

Bila aku sampai ke Le Carcosa, aku telah disambut oleh lelaki gelap berpakaian serba hitam, termasuk berkaca mata hitam. Sekali pandang mereka kelihatan seperti pelakon dalam filem Man in Black. Sekali lagi pandang mereka ini semuanya seperti samseng dalam filem Tamil - bangang tapi lawak.

Liputan meluas


Kemudian aku pun dibawa masuk ke dalam panggung. Kelihatan ramai para gedebe tempatan dan wartawan yang telah datang lebih awal berada di situ. Semuanya kelihatan resah dan gelisah , duduk ternanti-nanti bilakah filem ini akan diputar.

Sebelum filem diputar, Le Petit Tambi sebagai pengarah telah mengalu-alukan kedatangan para jemputan, terutama wakil media. Le Petit Tambi berharap filem Tiga Mat Boroi ini akan mendapat liputan yang meluas. Menurut pengarah filem ini, dengan laporan media pasti orang ramai akan teringin ke panggung untuk menonton.

Filem pun diputar. Belum sampai tiga minit, mula kedengaran orang berdengkur. Pada minit ketujuh, dua orang penonton bangun untuk ke tandas. Untuk aku, ini petanda yang kurang sihat kerana filem ini tidak dapat memaku bontot penonton di kerusi.

Aku sendiri kembali untuk memberi konsentrasi dan melihat semua adegan yang sedang bergerak di hadapan mata. Aku terperanjat besar. Menurut Le Petit Tambi, filem ini adalah filem drama politik yang serius. Tetapi bila aku lihat, filem ini adalah filem komedi bodoh bergenre Senario.

Malah aku hairan kenapa tajuk filem ini diberi nama Tiga Mat Boroi. Tajuk sebegini sudah lawak. Tidak mungkin tajuk sebegini akan dilihat sebagai filem yang serius. Filem genre politik yang serius untuk aku adalah filem seperti Maria Mariana atau Sembilu. Filem-filem ini memiliki drama politik yang hebat dan tak ada tolok bandingan dalam dunia perfileman.

Sebelum filem diputar tadi, Le Petit Tambi juga berkata bahawa adegan di ranjang dalam filem ini cukup hebat. Pengarah telah menggunakan lapan buah kamera. Ini untuk memastikan semua sudut dirakam tanpa ada potongan. Penggunaan lapan buah kamera ini cukup hebat, malah lebih hebat dari Stanley Kubrick ketika membuat adegan ranjang dalam Lolita. Stanley Kubrick hanya menggunakan tujuh buah kamera sahaja. Ini betul-betul sikap Malaysia Boleh dari Le Petit Tambi!

Menurut Le Petit Tambi, filem ini mengisahkan seorang negarawan ulung yang telah digoda oleh seorang gadis Siam. Si gadis ini adalah pengintip macam Mata Hari yang dihantar khusus ke Malaysia oleh kerajaan Siam untuk mengagalkan projek Getah Negara. Jika projek Getah Negara ini berjaya, maka Siam akan kehilangan pasaran yang amat besar. Inilah jalan cerita filem ini.

Bila aku mendengar kata-kata Le Petit Tambi tentang adegan ranjang ini, air liur aku meleleh. Aku ternanti-nanti adegan ranjang ini. Malah aku telah bersedia dengan sarung tangan, jika kejantanan aku terganggu. Jika terganggu, aku tahu apa yang wajib aku lakukan.

Long shotTup! Tup! Apabila adegan ranjang bermula, aku terperanjat besar. Aku merasa tertipu. Walaupun lapan kamera digunakan dari pelbagai sudut, semuanya kelihatan gagal. Semua gambar kabur dan bergoyang- goyang. Tidak ada satu pun kamera yang berani menyorot dekat. Semua gambar diambil dari jarak jauh - long shot.

Malah cukup menyedihkan kerana tidak ada satu pun reverse angle untuk memperlihatkan reaksi muka negarawan yang sedang bertogel. Apa yang jelas dilihat hanyalah punggung dan bahagian belakang si negarawan ini sahaja. Macam si negarawan sedang membuat tekan tubi.

Adegan ranjang ini adalah adegan yang paling tidak ranjang, yang pernah aku lihat. Gambar yang agak kabur dan bergoyang-goyang ini bertambah buruk lagi dengan lakonan kaku watak utamanya. Pelakon yang menjadi negarawan ini kelihatan tidak kacak. Kalau tidak kacak tetapi memilik badan yang gagah perkasa, mungkin juga penonton akan berpuas hati. Tetapi ini tidak juga berlaku.

Mengikut istilah 'nyah ', badan pelakon utama ini, "cukup mak tak taste."

Biar aku berkata jujur bahawa pelakon ini kelihatan boroi. Keboroiannya kelihatan jelas apabila dia bangun untuk memakai seluar. Perutnya kelihatan gendut. Malah apabila dia bangun, aku terdengar ramai yang ketawa melihat perutnya yang boroi dan bergoyang-goyang.

Mengambil pelakon berperut boroi adakah kesilapan yang amat besar. Dalam pembikinan filem, amat penting pemegang watak utama dilihat kacak dan bergaya. Kalau pun bukan bermuka Brad Pitt, sekurang kurangnya pilihlah muka kacak seperti Tan Sri Muhyiddin Yassin.

Apabila wira filem ini mula berjalan, aku hampir terbarai ketawa. Tetapi kerana hormat kepada penonton yang lain aku terpaksa mengigit jari untuk menahannya. Sakit perut aku menekan ketawa masuk ke perut.

Pesta filem di Cannes
Bayangkan, siapa pun akan ketawa apabila melihat imej negarawan ini, bukan sahaja boroi, pungungnya tonggek pula. Oh la la... di mana silapnya tuan pengarah ini? Mata aku mencari-cari dalam gelap, di manakah Le Petit Tambi? Pada ketika itu, aku rasa nak memberi satu penampar kepada tuan pengarah.

Kemudian si negarawan bangun untuk memakai baju. Nah, sekali lagi aku teperanjat. Kelihatan jelas tangannya yang memegang baju itu kelihatan berbulu lebat. Memang betul, bukanlah berbulu macam King Kong. Tetapi aku amat yakin pelakon ini cukup sesuai untuk berlakon dalam iklan Gillette. Tangannya yang berbulu itu akan kelihatan licin jika dicukur dengan Gillette.

Bila lampu dibuka, aku terperanjat sekali lagi. Hanya tinggal lima kerat dalam panggung Carcosa ini. Penonton yang lain telah senyap-senyap cabut pulang. Aku diperkenalkan oleh Le Petit Tambi dengan dua orang lagi yang menjadi pembantu pengarah. Bila aku lihat muka pembantu pengarah ini, aku rasa nak menempeleng kepala mereka. Muka mereka kelihatan 'poyo' walau pun mereka kelihatan bangga menjayakan filem ini.

Le Petit Tambi tanpa malu dan segan telah berkata bahawa filem ini akan di bawa ke pesta filem di Cannes. Sedih bila aku mendengar kata-kata Le Petit Tambi ini. Aku merasa sedih kerana kebodohan mereka. Aku rasa filem ini, kalau YouTube adakan syarat piawaian, sudah pasti filem ini tidak akan lepas.

Bila sampai ke rumah, aku termenung dan langsung membuka internet. Aku terperanjat beruk apabila membaca tentang Ummi Ufilada yang telah membuat sidang akhbar untuk mengumumkan bahawa dia memiliki 18 buah lagi filem yang akan menandingi kehebatan filem Tiga Mat Boroi. Aku hampir pengsan apabila membaca berita ini. Nampaknya si Ummi ini ingin bertempur dengan Le Petit Tambi.

Lalu aku terfikir, apa sudah jadi? Lalu aku bertanya, ke mana arahnya perkembangan filem Melayu hari ini? Apakah peranan Finas telah gagal? Apakah desas-desus yang aku dengar tentang Finas kini betul?

Untuk para pembaca yang teringin menonton filem Tiga Mat Boroi ini, lupakan sahaja. Tetapi kalau nak melihat orang boroi tak susah. Yang agak susah ialah bertemu orang boroi yang tonggek dan tangan bebulu. Orang jenis ini hanya berada di Siam. Tetapi kepada anak muda, kalau hendak pergi terkencing berdiri di paggung Le Carcosa seperti Queen Elizebeth dipersilakan.
Tulisan ini adalah pendapat peribadi penulis dan tidak semestinya mencerminkan pendirian Malaysiakini

13,000 guru sandaran tidak terlatih diserap

2011/07/26

PUTRAJAYA: Seramai 13,000 orang Guru Sandaran Tidak Terlatih (GSTT) akan diserapkan sebagai guru tetap, kata Timbalan Menteri Pelajaran Dr Mohd Puad Zarkashi.

Beliau berkata surat tawaran telah kepada semua GSTT tersebut mulai bulan lepas setelah mendapat kebenaran daripada Jabatan Perkhidmatan Awam (JPA) untuk mewujudkan jawatan baru kepada mereka.
"Sasaran pihak kementerian adalah mahukan semua jawatan GSTT menjadi guru tetap dan tiada lagi isu mengenai tidak sambung kontrak.

"Namun mereka perlu memenuhi syarat yang ditetapkan iaitu pernah berkhidmat sebagai GSTT selama dua tahun berturut-turut dan umur mereka tidak melebihi 35 tahun pada 31 Disember 2010," katanya kepada pemberita selepas menyempurnakan majlis penyampaian hadiah Pertandingan Akhir Rekacipta dan Inovasi Bot Lumba RA3 peringkat kebangsaan di Sekolah Menengah Kebangsaan Presint 9 (2) di sini hari ini.

Mohd Puad berkata GSTT yang layak akan diserap mengikuti kursus sama ada di institut pendidikan guru atau program Kursus Dalam Cuti sebelum diserap sebagai guru tetap.

Mereka juga harus bersedia ditempatkan di sebarang kawasan yang diperlukan mereka bertugas di seluruh negara, katanya.

- BERNAMA

Bonus setengah bulan lagi untuk kakitangan awam



Kerajaan hari ini mengumumkan tambahan bonus setengah bulan gaji dengan bayaran minimum RM500 ringgit dan bayaran bantuan RM500 ringgit kepada penjawat awam dan juga pesara kerajaan.

Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak ketika pembentangan Belanjawan 2012 berkata bayaran itu akan dibuat bersekali dengan gaji bulan Disember ini.

azlan“Berdasarkan sokongan dan komitmen penjawat awam yang tidak terhargakan dalam mencapai matlamat pembangunan negara, sukacita saya mengumumkan tambahan bonus setengah bulan gaji dengan bayaran minimum RM500 ringgit dan bayaran bantuan RM500 ringgit kepada pesara kerajaan,” katanya.

Menurut Najib, beliau yakin ganjaran itu akan terus mempertingkatkan kualiti perkhidmatan dalam mempastikan agenda pembangunan nasional menjadi kenyataan.

Sebelum ini, pada bulan Ogos lalu, kerajaan telah pun membayar bonus setengah bulan gaji dengan bayaran minimum RM 500 ringgit kepada penjawat awam dan bayaran bantuan RM500 ringgit kepada pesara. Tindakan itu bagi meringankan bebanan mereka menghadapi kos sara hidup yang terus meningkat dan sempena meraikan Aidilfitri.

“Bayaran ini akan memanfaatkan 1.3 juta penjawat awam serta 618 ribu pesara kerajaan. Bayaran bonus dan bantuan dua kali pada tahun ini akan menelan belanja sebanyak empat bilion ringgit,” katanya.